Berkeliling Kampung Wisata Arborek Raja Ampat

Berkeliling Kampung Wisata Arborek Raja Ampat

Halo, pecinta perjalanan! Pernahkah Anda mendengar ungkapan “Jangan mati sebelum pergi ke Raja Ampat”? Yash Mendengar ungkapan itu, suatu hari saya sangat termotivasi untuk mengunjungi surga Indonesia ini. Raja Ampat, yang paling terkenal dengan pulau-pulau kecilnya dengan warna laut pirus, pasti sering melihat pecinta perjalanan dalam berbagai foto atau video yang bepergian dari wisatawan lokal ke orang asing. Para ciamiknya kawasan ini juga telah menjadi internasional.

Sebelumnya, kita harus terlebih dahulu tahu bahwa wilayah Raja Ampat adalah sebuah kabupaten di Papua Barat, tempat yang paling mudah diakses dari bagian lain dari tanah surga karena terletak di bagian paling barat. Pergi ke sini Anda bisa pergi melalui Sorong dan kemudian menyeberang ke Waisai.

Nah, tahukah Anda bahwa pecinta wisata di daerah Raja Ampat adalah banyak pulau yang berfungsi sebagai desa? Alias, jika Anda ingin pergi dari satu kota ke kota lain, Anda harus menyeberang karena sudah menjadi pulau lain! Apalagi sekarang bahwa kota ini telah berkembang sangat baik, yaitu, menjadi ‘ekowisata’ dan mendapat sponsor dari berbagai bagian untuk membuatnya sangat nyaman bagi wisatawan untuk berkunjung.

Desa Wisata Arborek adalah salah satunya yang berlokasi di kawasan Meos Mansar. Pertama sampai hati saya langsung menjerit tak karuan. Itu sangat jelas! Bahkan dengan mata telanjang, kita bisa melihat langsung di dasar pantai. Salah satu favorit saya: lihat mayat Raja Ampat DIPERIKSA! Tahukah Anda jika Arborek adalah daerah yang memiliki sekitar 500 karang dan 1500 jenis ikan, dapatkah Anda bayangkan betapa indahnya area bawah laut Pulau Arborek? Saya ingin bermain air segera, tetapi pada saat itu bertepatan dengan dzuhur, jadi kami melakukan ishoma dengan menu makanan laut lezat yang dibawa dari Waisai. Mengapa kita membawa makan siang? Karena panduan ayah kami mengatakan bahwa tidak ada warung makan dan bahkan restoran di sana, hanya ada kios kecil yang menjual makanan ringan atau minuman. Di pantai ada banyak fasilitas untuk bersantai, seperti gazebo, kursi, dan lainnya, sehingga cocok untuk setiap piknik.

Saat itu matahari tidak terik, sehingga saya bisa berjalan di sekitar kawasan kota wisata ini sambil melihat bagaimana keadaannya. Dari jembatan kami disambut oleh pintu “Selamat Datang di Desa Arborek Raja Ampat” dan ada logo Kabupaten Raja Ampat. Ada peta yang menggambarkan kota ini secara keseluruhan untuk memastikan bahwa wisatawan tidak tersesat. Toko-toko kelontong milik warga juga berbaris dan ada tempat untuk menyewa peralatan snorkeling atau peralatan scuba lainnya. Kemudian saya pergi jalan-jalan dan bertemu dengan banyak penduduk setempat. Ternyata orang-orang di sini sangat ramah, saya suka senyum manisnya!

Selain rumah-rumah yang sejajar sempurna dan setiap sudutnya sangat bersih, di sini saya juga menemukan fasilitas lengkap desa, seperti pemandian umum, sekolah dan gereja. Selain itu, banyak kabin atau penginapan yang bisa disewa memiliki harga mulai 400 ribu per hari. Belum lama berselang, anak-anak Arborek terdengar menyambut “halo kakak-kakak”.

Anak-anak ini sangat manis dan mereka mengundang kami para turis untuk bermain air. Saya, tentu saja, tidak berenang, hanya melihat tawa tawa mereka ketika saya melompat ke air. Setelah puas bermain dengan anak-anak, mereka duduk manis di dermaga Pantai Arborek, tanpa diberi tahu mereka bersenandung keras.

“Kulit hitam, rambut keriting … Aaaaaku Papuaa

Ketika langit kemudian berpisah … Aaaaaku Papuaa … “

Sepotong lagu tanah Papua yang dinyanyikan anak-anak Arborek berulang kali. Tinggalkan kesan khusus di hati saya tentang desa Arborek ini. Sekali saya harus kembali lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *